Sempé & Goscinny
Gallimard Jeunesse, 2007 & IMAV
Bahasa Perancis
Seri Petit Nicolas ini saya kenal pertama kali dari perpustakaan CCF (Centre Culturel Français) di jalan Wijaya Jakarta, saat saya masih kursus bahasa perancis di sana. Saat itu judul yang saya baca adalah “Histoires Inédites du Petit Nicolas”. Saya langsung jatuh cinta pada buku itu. Walaupun bukunya cukup tebal, namun terbagi dalam cerita-cerita pendek, tentang anak laki-laki kecil perancis dalam kehidupan sehari-harinya. Antara satu cerita dengan cerita lainnya tidak terlalu bersambung, karenanya tidak harus baca bab per bab secara berurutan. Belum lagi hampir di setiap halamannya terdapat ilustrasi berupa sketch yang menurut saya sangat bagus dan ekspresif. Tidak heran karena kedua pengarangnya adalah tokoh-tokoh kartunis yang telah mendunia. Goscinny adalah kreator kartun Asterix, Lucky Luke dan Iznogoud (dan banyak lagi yang lain, namun judul-judul itu setidaknya adalah yang pernah terbit di Indonesia). Sementara Sempé adalah juga seorang ilustrator humoris yang juga mengarang beberapa buku, seperti Marcellin Caillou, Raoul Taburin (sepertinya tidak terbit di Indonesia) dan karya ilustrasinya juga terdapat dalam buku-buku pengarang lain, seperti L’Histoire de Monsieur Sommer karangan Patrick Suskind, dan lainnya.
Seri Le Petit Nicolas ini bukanlah sebuah komik, namun novel anak-anak, tetapi penuh dengan ilustrasi di sana-sini. Membuka lembaran-lembaran buku seri ini, dengan ilustrasi-ilustrasinya yang ekspresif sekaligus komikal, saya jadi teringat pada buku-buku Roald Dahl yang juga sarat dengan ilustrasi kartunis.
Setelahnya, saya memburu beberapa bukunya yang lain, dan yang sempat saya beli dan baca adalah “Les Vacances du Petit Nicolas” dan “Le Petit Nicolas”, yang keduanya baru bisa dibeli di Perancis sini.
Apa yang membuat saya jatuh cinta pada seri ini? Sepertinya bisa disimpulkan seperti di bawah ini:
1. Ceritanya yang khas anak perancis. Goscinny dan Sempé berhasil menggambarkan dengan subtle ‘dunia dalam’ seorang anak yang tumbuh di lingkungan keluarga perancis, yang penuh aturan, harus menjaga privasi orang lain, tidak boleh ribut, ekspresi sayang antar anggota keluarga, ekspresi marah, jadwal ketat, pentingnya liburan, sedikit-sedikit harus debat dan diskusi, segalanya harus ada alasan yang dirasa masuk akal, dan sejenisnya. Membaca buku ini sering membuat saya tersenyum, atau bahkan tertawa, sekaligus berpikir betapa susahnya memang menjadi anak kecil yang hidup dalam dunia yang diciptakan orang dewasa…
2. Ilustrasinya yang sangat ‘enak’ untuk dilihat, dan memang sangat menggambarkan apa yang tersurat dan tersirat dalam teks. Betapa gambar pun mampu berbicara. Bravo untuk dua pengarang ini…
3. Kaliber sang pengarang, tentu saja. Salah satu hal yang membuat saya menarik buku ini dari rak buku adalah nama Goscinny dan Sempé itu. Khusus untuk judul “Histoires Inédites du Petit Nicolas”, isinya adalah sedikit banyak pengalaman masa kecil kedua pengarang tersebut, yang mereka gabung-gabungkan menjadi suatu tokoh unik, si Petit Nicolas ini.
4. Buku ini termasuk buku berbahasa perancis pertama yang mampu membuat saya sangat menikmati dalam membacanya. Setelahnya, saya jadi suka memburu buku-buku berbahasa perancis yang lain. Benar-benar dampak samping yang sangat positif buat saya…
Seperti khasnya sebuah Children Fiction, buku seri Le Petit Nicolas ini saya pikir juga mengusung tema khas literatur anak, yaitu “allowing children to be children”…
Mei, Pau, 7 January 2008

1 Comment
May 27, 2008 at 1:18 pm
Dear Mei,
Terkesan banget baca ulasan tentang buku-buku Perancis, sampai bikin aku kangen sama perpustakaan, teman-teman dan guru-guruku di CCF dulu…
Seandainya masih punya banyak waktu untuk duduk membaca di bawah jendela…hm…