Si Lugu (L’Ingenu) – Kekuatan sebuah Buku Kecil

voltaire2.jpg

Si Lugu (L’Ingenu)

Novel

Pengarang: Voltaire

Penerbit: Yayasan Obor Indonesia

Tahun terbit: 2003

Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Ida Sundari Husen

Halaman: 117Si Lugu merupakan salah satu dari karya terbaik Voltaire, selain Candice, atau Optimism yang terbit pada tahun 1759, dan Zadig, atau Suratan Takdir yang terbit pada tahun 1747. Kisah Si Lugu sendiri terbit pada tahun 1767.

Si Lugu adalah nama tokoh utama dalam novel ini, atau lebih tepatnya dikatakan sebuah dongeng atau kisah, yang mana sesuai dengan namanya, merupakan pribadi yang sederhana dengan cara berpikir yang sangat bersahaja, tanpa kompleksitas prasangka, serta memiliki pengertian yang tetap lurus dan murni. Komentar-komentar Si Lugu yang sederhana, polos, dan terus terang memiliki daya kritik yang tajam dan mengena. Persinggungan karakter Si Lugu ini dengan masyarakat sekitarnya yang cenderung fanatik dan picik seakan menggambarkan kritik-kritik Voltaire atas masyarakat saat itu.

Diceritakan Si Lugu adalah seorang Huron, yaitu penduduk asli Kanada yang datang ke Perancis bersama dengan orang-orang Inggris. Karena perilakunya yang sopan dan menarik, Si Lugu diundang oleh kepala gereja Notre-Dame de La Montagne dan adiknya untuk menginap di tempat mereka. Dari sinilah perjalanan Si Lugu dimulai, bagaimana ia dipandang harus masuk agama Katolik, bagaimana ia dengan penuh semangat mempelajari injil dan menerapkan apa yang tertulis dalam injil dengan sebenar-benarnya namun justru menimbulkan kebingungan para pastur dan orang-orang sekitar, bagaimana ia lalu jatuh cinta pada nona de Saint-Yves dan menjadi bingung dengan keterlibatan seluruh dunia dalam menentukan perasaannya pada kekasihnya tersebut, bagaimana ia melakukan perjalanan untuk menghadap raja dan menemui banyak halangan justru karena kebobrokan orang-orang terhormat di sekitar kerajaan, bagaimana ia lalu dipenjara dan bertemu dengan Gordon, seorang pengikut Jansenisme, yang banyak memberikan pelajaran berarti bagi Si Lugu, dan bagaimana ia memperjuangkan perasaannya dan tetap bersikap jujur pada dirinya sendiri. Membaca Si Lugu sedikit banyak membuat kita menertawakan diri kita sendiri.Yang paling menonjol dari Voltaire sebagai seorang pemikir, ahli filsafat dan penulis sastra dan sejarah adalah kebenciannya akan kefanatikan, diskusi filsafat dan keagamaan yang dinilainya bertele-tele sehingga tidak masuk akal dan malah mengabaikan masalah-masalah manusia yang utama. Ia juga dikenal sangat mencintai dan memperjuangkan keadilan, baik melalui karya-karyanya maupun dalam kehidupan sebenarnya. Pandangan hidupnya yang praktis dan realistis dibuktikannya antara lain dengan jalan membina dan mengembangkan sebuah desa kecil bernama Ferney, dari desa yang sepi menjadi desa industri yang aktif. Saya setuju dengan pendapat Ibu Ida Sundari Husen yang dituangkannya dalam Pengantar, bahwa struktur dongeng-dongeng Voltaire sesungguhnya amat sederhana, dan pembaca dapat dengan mudah menangkap alur ceritanya yang linear. Namun, makna sesungguhnya yang ingin diungkapkan oleh dongeng-dongeng tersebut, tidak selalu mudah untuk ditangkap karena penuh dengan konotasi yang sering sangat ironis. Untuk memahaminya diperlukan keluasan berpikir dan kemauan untuk melihat kedalam diri. Tanpa pemahaman ini, karya-karya Voltaire akan dipandang tidak lebih dari sekedar dongeng populer biasa, yang kadang malah bisa memberi kesan konyol.Si Lugu diterjemahkan dengan sangat baik oleh Ida Sundari Husen. Karya ini merupakan perkenalan pertama saya dengan Voltaire, dan yang telah membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh melalui karyanya yang lain. Voltaire sendiri bernama asli Francois-Marie Arouet (1694 – 1778) dan gagasan-gagasannya hingga abad 21 ini masih sering dikutip, terutama karena sifatnya yang universal.

Cirendeu, Jumat, 23 Feb 2007, 05.03 pm.

2 thoughts on “Si Lugu (L’Ingenu) – Kekuatan sebuah Buku Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s