Always the Bridesmaid (Sang Pendamping Pengantin)

always-the-bridesmaid.jpgAlways the Bridesmaid (Sang Pendamping Pengantin)

Sarah Webb

Novel, Gramedia Pustaka Utama, 2004

544 hlm, Bahasa Indonesia

Novel ini termasuk chicklit yang saya baca yang akhirnya membuat saya kesal juga. Karena, sang tokoh utama lebih merupakan suatu personage yang selalu berpikir negatif, sangat moody yang tiba-tiba bisa membentak orang-orang terdekatnya begitu saja, yang mengidealkan sesuatu yang klise, dan yang tidak tahu jelas perasaan atau kemauannya. Ya, bukan tokoh yang bisa kita sukai, saya pikir. Memang dalam suatu cerita, apalagi chicklit, seringkali kita temukan tokoh yang memang tidak sempurna, dan sebagian tujuan chicklit memang menampilkan tokoh yang tidak sempurna itu dengan tujuan membuat pembacanya merasa “gue banget”. Tapi, tokoh Amy dalam buku ini memang sangat negatif. Misalnya, ia merasa buruk ketika orang lain berpendapat buruk, ia merasa lebih baik ketika mengetahui bahwa orang lain pun juga tidak sukses atau punya kekurangan, ia tidak rela orang lain lebih bahagia daripada dirinya. Sejenis itulah.

Ditambah lagi, kisah ini dalam beberapa hal memang tidak realistis dan agak terlalu  ‘berpihak pada Amy’. Dengan sikapnya yang negatif dan sering marah-marah tak jelas alasannya itu, orang-orang di sekitar Amy tetap saja super baik pada Amy, membantu, mengerti perasaannya, memaafkan walau sudah dibentak, dan bahkan menunggu dan memujanya. Sangat tidak realistis. Saya pikir orang seperti ini biasanya sudah dijauhi teman-temannya, atau paling tidak teman-temannya walau mengerti keadaan moodnya, pasti agak enggan untuk berteman dengannya. Tapi di sini tidak sama sekali.

Cerita mengungkap hal yang sangat klise, yaitu Amy yang sudah mendekati usia 30 tapi belum akan menikah, malah baru putus dari pacarnya. Keadaan dirasa tambah buruk ketika adik Amy, yaitu Suzy, justru akan menikah dalam waktu dekat dengan seorang pemain rugby asal Australia, yang sudah pasti berbadan tegap, gagah, ditambah pula super baik. Selain itu, Beth sahabat Amy, juga akan menikah. Sementara itu Jack, bekas pacar Amy, yang memang ia putuskan karena sudah merasa tidak cocok, akhirnya membina hubungan dengan Jodie, sahabat Amy yang lain. Tentu kita juga maklum perasaan Amy menghadapi itu semua. Cuma saya agak merasa terlalu berlebihan kisah-kisah Amy yang sangat memusuhi Jodie dan ingin mencelakakannya atau yang akhirnya ingin kembali mendapatkan Jack walau Amy sendiri sudah punya pacar. Pacar Amy pun seorang yang tampak sangat ideal, terkenal, berhasil dan kaya. Klise lagi. Penulis tidak begitu berhasil menggambarkan perasaan-perasaan Amy dengan jelas dan tajam, seringkali bercampur, dan menegasikan perasaan yang baru diceritakannya di alinea sebelumnya.

Jadi chicklit ini, walaupun di beberapa bagian (terutama awal) cukup menghibur, tidak begitu mengesankan. Ia justru menegaskan kembali klise-klise yang “dianut kaum cewek”, yaitu “the prince charming”, menikah di bawah usia 30, merasa bahagia ketika sudah dilamar cowok, merasa tampil bagus dan percaya diri baru ketika orang lain memuji, dan sejenisnya. Buku ini jauh dari mengajarkan ‘kaum cewek’ untuk mengenali perasaannya sendiri, memahami kemauannya, menentukan nasibnya sendiri, mengambil keputusan dan menerima konsekuensinya. Sayang. Tapi toh saya selesaikan juga membacanya..

Mei, Pau France, 3 February 2008

2 thoughts on “Always the Bridesmaid (Sang Pendamping Pengantin)

  1. Karya sastra dengan plot klasik seperti ini memang masih digemari pembaca apalagi kalau mereka yang ‘mengalami’ hal serupa. Tapi tentu saja nilai sastra seperti cerita Paulo Coelho novelnya memang bisa menusuk ke dalam sampai menggugah dan menggugat nilai kemanusiaan. Ditunggu resensi lainnya.

  2. mademelani

    ya buku ini memang dari “jenis” yg sama sekali beda dari Paulo Coelho. rasanya terlalu berbeda untuk dibandingkan..
    terima kasih atas kunjungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s