The Reader

The Reader

Bernhard Schlink

Phoenix Paperback, 2008

Novel, Bahasa Inggris, 216 hlm

Sebuah novel serius berlatar belakang memori tentang perang dunia kedua, khususnya yang berkaitan dengan Nazi.

Kisah berawal ketika Michael, seorang bocah remaja laki-laki berusia 15 tahun, yang harus pulang ke rumah dari sekolah karena sakit. Dalam perjalanan pulang dan dalam keadaan sedemikian sakit, ia ditolong oleh seorang wanita yang lalu membawanya ke rumahnya untuk memperoleh pertolongan darurat. Setelah pulang dan beristirahat selama beberapa bulan untuk memulihkan sakitnya, Michael kembali mencari perempuan yang telah menolongnya untuk mengucapkan terima kasih. Pertemuan kembali dan perkenalan Michael dengan perempuan tersebut, bernama Hanna, berlanjut menjadi sebuah hubungan yang cukup kompleks. Terjalin suatu “affair” diantara mereka, yang tidak sepenuhnya mampu dimengerti Michael saat itu. Dalam setiap kunjungannya, Hanna selalu meminta Michael membacakan buku untuknya. Maka terbentuklah suatu rutinitas yang selalu dinikmati mereka berdua, di bilik sederhana apartemen Hanna, memadu kasih, kemudian Michael akan selalu membacakan buku untuk Hanna. Sampai suatu titik dimana mereka harus berpisah. Hanna pergi tanpa kejelasan dan Michael harus meneruskan kuliahnya dan melupakan semuanya.

Bertahun-tahun kemudian, sebagai mahasiswa jurusan Hukum, Michael menghadiri suatu persidangan sebagai pengamat. Dan betapa terkejutnya ia menemukan wanita yang dulu dicintainya berada dalam deretan para terdakwa kriminal perang yang saat itu akan diadili. Segala yang dijawab Hanna dalam persidangan itu dirasa tidak masuk akal.  Siapakah Hanna yang dulu ia kenal, dan mengapa ia bertingkah laku demikian, dalam masa perang maupun dalam persidangan ini?

Buku ini terbagi dalam 3 bagian. Bagian pertama tentang masa ketika Michael remaja sampai perpisahannya dengan Hanna; bagian kedua ketika Michael menjadi mahasiswa hukum, dan ketiga ketika Michael dan Hanna bertemu kembali bertahun-tahun kemudian ketika mereka tua. Schlink menggambarkan ketiga bagian itu dalam “tone” yang agak berbeda pula, antara masa kecil yang cenderung innocent, masa mahasiwa yang penuh dengan pergumulan filsafat, dan masa tua dengan segala perasaan dan memori akan masa lalu.

Hal berkesan bagi saya dari buku ini adalah perbincangan filsafati mengenai “dignity” dan “freedom”,  mengenai “human being as subject”. Juga bagaimana menghadapi rasa bersalah dan malu atas apa yang terjadi atau yang telah dilakukan pada saat perang dunia, bagaimana generasi sekarang mengolah perasaan bersalah dan malu tersebut. Melalui perbincangan filsafatnya mengenai arti bersalah, Schlink secara implisit memberikan ruang dan harapan untuk memaafkan. Bagian ketiga buku ini, yaitu saat mereka tua, juga cukup menyentuh, terutama ketika mereka bertemu kembali, berhadapan dengan sesuatu yang sama tapi telah berbeda, atau sesuatu yang berbeda tapi tetap sama.

Bernhard Schlink lahir di Jerman pada tahun 1944, selain penulis juga seorang profesor di Universitas Berlin. The Reader telah difilmkan dengan Kate Winslet sebagai Hanna, dan memperoleh beberapa awards.

Paris, Januari 2010

Mei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s