Où On Va, Papa?

Où On Va, Papa?

Jean-Louis Fournier

Stock, 2008

Literature – Contemporer, bahasa perancis, 155 hlm.

Où On Va, Papa? (where are we going, papa?) bercerita tentang obrolan seorang ayah (Fournier) kepada dua anak laki-lakinya, Mathieu dan Thomas, yang keduanya lahir dalam keadaan cacat mental dengan beberapa kelemahan fisik. Kini, saat penulis merasa waktunya telah hampir habis, ia ingin mengungkapkan kepada kedua anaknya ini, apa yang ia rasakan, pikirkan, inginkan maupun beberapa ide atau mimpi-mimpi yang pernah ia miliki atas kedua anaknya ini, yang ia tahu tak mungkin tercapai. Juga mengungkapkan kepada dunia bahwa dibutuhkan kesabaran seorang malaikat untuk membesarkan anak-anak handicap, namun ia bukanlah malaikat.

Jean-Louis Fournier adalah penulis produktif sejak 1992 dan memang banyak mengekspresikan humour noir (sarkasme) dan sekaligus komedi dalam tema-tema hubungan sosial, keluarga, juga Tuhan. Namun baru pada Où On Va, Papa? ini Fournier menceritakan tentang kedua anaknya, yang handcap. Mengapa? Perasaan antara malu dan tidak ingin dikasihani, bercampur. Namun terutama karena ia menghindari pertanyaan, “Anak kamu jadi apa?” (“Jusqu’à ce jour, je n’ai jamais parlé de mes deux garçons. Pourquoi? J’avais honte? Peur qu’on me plaigne? Tout cela un peu mélangé. Je crois, surtout, que c’était pour échapper à la question terrible: “Qu est-ce qu ils font?”. Aujourd’hui que le temps presse, que la fin du monde est proche et que je suis de plus en plus biodégradable, j’ai décidé de leur écrire un livre…. Avec eux, il fallait une patience d’ange, et je ne suis pas un ange.”) Demikian pengakuan Fournier.

Diceritakan dalam bentuk seperti surat yang tertuju kepada Mathieu dan Thomas, dengan membayangkan mereka mampu membacanya dan memahaminya. Ya, walau kini mereka berdua telah menginjak usia dewasa, namun secara mental mereka masih layaknya anak-anak balita. Sebagai gambaran, sepanjang hidupnya, Mathieu dan Thomas secara konstan harus berhubungan dengan berbagai dokter spesialis, psikolog, psikiater, terapis fisik maupun edukatif, atau beberapa kali harus menggunakan alat bantu fisik karena problem perkembangan fisik mereka. Hidup keluarga (dan perkawinan) menjadi berubah, dan ‘berbeda’ dari kebanyakan keluarga lain. Pertanyaan-pertanyaan dari lingkungan yang harus dijawab, jadwal rutin yang berbeda dengan keluarga lain, adalah beberapa hal yang diceritakan dan bisa kita coba bayangkan.

Namun buku ini jauh dari kalimat-kalimat sedih yang mengundang rasa kasihan, dan memang dengan buku ini sang ayah tidak menginginkan rasa kasihan itu dari orang lain. Sejak kalimat pertama, Fournier menceritakan semuanya dengan cara yang sama sekali berbeda, perpaduan antara humor dan keputusasaan, tertawa dan menangis pada saat yang bersamaan. Agak sarkastik, namun juga mengungkap banyak paradoks. Buku ini juga membawa pembaca masuk lebih dalam ke dunia handicap dan lingkungannya.

Où on va, papa?” adalah yang selalu Mathieu dan Thomas tanyakan saat baru duduk di dalam mobil, dan apapun jawaban sang ayah atau sampai berapa lama pun, pertanyaan itu selalu berulang lagi dan lagi. Dengan mereka, waktu terasa berhenti. Quand on a eu toute sa vie des enfants qui jouent avec des cubes et qui ont un nounours, on rest toujours jeune” (Jika selama hidup kita memiliki anak-anak yang (selalu) bermain dengan balok-balok dan teddybears, kita akan selalu muda) (hlm. 154-155).

Où On Va, Papa? bisa dikatakan juga sebuah memoar karena menceritakan relasi penulis dengan kedua putranya. Buku ini memperoleh penghargaan Femina tahun 2008, yang merupakan salah satu penghargaan bidang kesusastraan yang paling bergengsi di Perancis.

Paris, 30 mai 2010

Mei

6 thoughts on “Où On Va, Papa?

  1. mademelani

    baca ini hrs tahan dgn kalimat2 sarkastik dr penulis… hehe. makasih mbak, ini jg lg belajar. thx jg udah nengokin terus ya🙂

  2. Mba Mei, review buku ini bagus deh..🙂

    Aku selalu tersentuh dg cerita2/film2 yg mengisahkan hubungan antara ayah dg anak laki2/anak perempuannya. Apalagi kalo kisahnya sedih dan berdasarkan kisah nyata pula, ingusku bs meler ke mana2..😀
    Kayaknya jarang ya mba buku yg mengisahkan hubungan antara ayah dg anak perempuannya. Aku jarang nemu soalnya, kecuali si Catherine Certitude😀 Apa aku yg ga tau ya, hehe.. Ato mungkin mba Mei pernah baca?

  3. mademelani

    oh kamu pasti daddy’s little girl ya Dian?😉
    jadi inget2 nih buku apa ya yg cerita ttg daddy dan anak laki/ perempuannya….? kl ama anak laki yg aku inget sih danny boy-nya roald dahl (pasti kamu udah baca, krn roald dahl itu favorit kamu bukan?). kl ama anak perempuan, harusnya banyak ya, tp kok lupa…. ntar ya aku inget2 lagi… ya catherine certitude itu termasuk yg ceritanya maniiiis bgt ya!🙂. kl yg “ou on va, papa” ini ceritanya agak sarkastik.

  4. Iya, aku udah baca mba.. Seru bgt ya kalo bs berburu dg ayah di hutan, spt si Danny😀 Yup! Awalnya tertarik sama ilustrasinya Quentin Blake yg ada di cover buku2nya Roald Dahl, pas dibaca ceritanya jadi tambah jatuh hati🙂
    Owh, ada banyak ya buku ttg kisah ayah dg anak perempuannya, kira2 apa aja judul yg mba Mei inget? Aku jd pingin cari dan baca deh..

  5. mademelani

    buku ttg ayah dananak perempuan harusnya byk ya, krn kan antara mereka suka ada hubungan khusus yg spesial… tp kok lupa yah? belum byk inget lagi nih… Pippi si kaus kaki panjang seingetku punya bapak yg nyentrik yg selalu ada di ceritanya. nanti kl inget lagi aku akan kasih tau kamu ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s