The Very Thought of You

The Very Thought of You

Rosie Alison

Alma Books, 2010 (2009)

Contemporary Literature, English, 306 pages.

My dearest,

Of all the many people we meet in a lifetime, it is strange that so many of us find ourselves in thrall to one particular person. Once that face is seen, an involuntary heartache sets in for which there is no cure. All the wonder of this world finds shape in that one person, and thereafter there is no reprieve, because this kind of love does not end, or not until death —

Anna Sands, 8 tahun, tinggal di London bersama ibunya, saat masa awal perang dunia ke-2. Ayah Anna, yang karena perang, harus bertugas militer di Afrika Utara. Anna harus dievakuasi ke wilayah utara Inggris, yang dipandang aman, mengantisipasi serangan bom yang sangat mungkin terjadi di London. Maka terpisahlah Anna dari ibu dan rumahnya di London, sendiri menjalani perjalanan dengan kereta dan bis yang cukup panjang untuk tinggal bersama puluhan anak-anak evakuasi lainnya, di kota kecil dekat Yorkshire, di sebuah rumah besar keluarga Ashton.

Thomas dan Elizabeth Ashton adalah pemilik Ashton Park saat itu. Pasangan tanpa anak ini berkenan menjadikan rumah mereka sebagai rumah tampung anak-anak evakuasi, bahkan menjadikan sebagian rumah mereka sebagai sekolah, dormitori, ruang makan, dan tentu saja halaman yang luas sebagai tempat bermain. Walau selalu rindu ibunya di London, Anna merasakan saat-saat manis dan menyenangkan di ‘rumah barunya’ ini, apalagi Thomas Ashton, yang tertutup namun selalu sopan dan hangat pada anak-anak, juga ikut mengajar dan menghadirkan dunia tersendiri bagi Anna. Sangat berbeda dengan Elizabeth yang cenderung tegas, dingin dan fungsional. Secara tak terduga, Anna menyaksikan suatu kejadian yang belum layak bagi mata anak-anaknya. Sekeping masa kecil yang dihabiskan di rumah Ashton ini begitu membekas hingga Anna dewasa dan membentuk arti ‘cinta’ yang selalu dicarinya hingga masa tuanya.

Sebuah kisah tentang cinta, kerinduan, namun juga kehilangan. The Thought of You bukan hanya sekedar kisah cinta, tapi ‘cerita tentang cinta’, karena melibatkan banyak dimensi, dan juga setiap tokohnya menyimpan suatu cerita cinta sendiri. Namun di sisi lain, keseluruhan cerita jadi terasa ‘terlalu penuh’, karena setiap karakter tampaknya mempunyai kisah dan ‘luka psikologis’ tersendiri, dan diceritakan dengan cukup panjang dan detil, bahkan untuk suatu tokoh yang menurutku hanya berupa latar belakang. Penceritaan seluruhnya dilakukan dengan sudut pandang orang ketiga, sehingga membaca buku ini seperti sedang menonton film dokumenter, agak ‘sulit’ untuk membangun ’empati’ dengan tokoh-tokohnya. Namun secara keseluruhan, buku ini menyuguhkan sebuah cerita yang manis, dalam rentang hidup yang cukup panjang, dari suatu masa dimana salah satu tokohnya masih anak-anak, hingga puluhan tahun kemudian saat mereka tua. Tokoh favoritku adalah Thomas Ashton, yang walaupun memiliki keterbatasan fisik yang cukup dominan, namun dengan kapasitas pribadinya justru mampu menyentuh banyak hati di sekitarnya.

“Let me tell you my secret, Mary,”… “When I was younger, I met a wonderful woman, the right woman, and she loved me. We loved each other, and we both knew that. Isn’t that what everyone wants, Mary? Mutual love? The memory still sustains me, every day. So I may seem like an old wreck to you — but inside I’m still dancing… ” (hlm. 288).

Rosie Alison tergolong baru dalam dunia kepenulisan fiksi. Lahir tahun 1964, Rosie besar di Yorkshire dan kuliah Sastra Inggris di Keble College, Oxford. Karirnya meliputi penyutradaraan film dokumenter untuk televisi, dan saat ini juga sebagai produser. Buku The Thought of You ini mendapat sambutan yang baik dari dunia literatur, menjadi nominasi dalam berbagai penghargaan, seperti Amazon’s Rising Stars award 2009, RNA Romantic Novel 2010, Le Prince Maurice Prize for Literary Love Stories 2010, dan juga Orange Prize. Sebuah tanggapan yang tergolong sangat baik untuk sebuah buku pertama yang ditulis.

Mei

Paris, 11 Agustus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s