The Naked Traveler 2

The Naked Traveler 2

Trinity

B first, 2010

Travel Writing, Bahasa Indonesia, 348 hlm.

Pergi ke tempat-tempat wisata saat traveling memang wajib dilakukan, tapi saya, toh, lebih tertarik memperhatikan hal-hal di luar tempat wisata itu sendiri, seperti orang-orangnya, budayanya, toiletnya, sampai tayangan TV lokalnya. (hlm. 25)

Itulah salah satu sebab, menurutku, mengapa catatan perjalanan Trinity ini jadi demikian menarik. Dengan gaya bahasa santai, ekspresif, dan benar-benar apa adanya (naked), sesuatu yang remeh-temeh dan ‘gak penting’ bisa dibahas jadi sesuatu yang sangat menarik! Yang ‘gak penting’ memang seringkali justru menjadi hal yang akhinrya ‘penting’ dan berkesan; banyak hal lokal terserap justru saat kita sedang ‘leyeh-leyeh’ saat traveling. Tanpa disadari kita telah membaca suatu tulisan perjalanan yang mengulas budaya, perilaku maupun selera orang-orang di tempat yang dikunjungi. Dan kita pembacanya, jadi serasa ikut berjalan menjelajah tempat-tempat dan budaya lain yang berbeda (dan menarik) itu.

Banyak (atau kebanyakan?) dari tulisan di buku ini sudah pernah muncul di blognya, namun menurutku tetap enak membacanya dalam bentuk buku, apalagi dengan tambahan sketsa yang komikal di setiap awal bab. Cerita sederhana seperti “Nonton TV di Hanoi”, atau “Sisi Lain Polisi”, salah sedikitnya telah berhasil dengan sukses membuatku cekakak-cekikik sendirian saat membacanya. Juga pengalamannya makan cabai sampai ‘budeg’ di Flores, serta segudang petualangannya saat sekolah (dan tentu saja, traveling) di Filipina. Perjalanannya ke tempat-tempat yang terpencil di Indonesia sangat inspiratif, membuatku makin ingin pergi ke tempat-tempat tersebut, terutama Flores dan Sulawesi (dan secara manjur membuatku langsung membuka-buka buku Lonely Planet Indonesia-ku :)). Berdasarkan yang ada di buku, Trinity telah mulai diving sejak tahun 1992, saat olahraga penuh resiko itu belum sepopuler sekarang. Trinity memang seorang adrenaline junkie; semakin seram dan berbahaya, semakin tertantang ia untuk menjalaninya. Bungy jumping dari gedung tertinggi di Macau, atau diving di area laut yang penuh hiu atau ikan pari raksasa, semua membuatku ‘ter-ngeri-ngeri-kagum’. Cuma aku ingin bilang sedikit ke Trinity untuk lebih ‘serius’ memperhatikan ramalan/ peringatan cuaca yang ada, terutama saat akan melakukan kegiatan alam, dalam hal ini diving, sehingga pengalaman nyaris menjadi korban taufan yang terkenal di Filipina itu tidak perlu terjadi (untung tidak sampai terjadi, kalau terjadi, tentu akhir cerita bisa lain sama sekali).

Di buku ini kita juga belajar mengenai melakukan perjalanan yang hemat, travel lightly saja (tidak usah membawa barang yang banyak berkoper-koper), dan nikmatnya tinggal di hostel (mungkin saat ini baru untuk kasus di luar Indonesia). Satu hal yang juga ditonjolkan di sini adalah bahwa, dalam traveling, tidak selamanya kita menemukan hal-hal yang menyenangkan. Karenanya, jangan lupa juga ‘membawa’ good sense of humour, sehingga bisa menertawakan saja segala hal tak terduga yang terjadi, dan bukan merusak kegembiraan travel dengan serentetan keluh kesah.

Hillarious, tapi juga membuka cakrawala dan inspiratif. Tiba-tiba aku jadi ‘kangen’ ransel dan sepatu trekking-ku, dan ingin segera packing untuk perjalanan berikut…🙂

Mei

Balikpapan, 10 November 2010

8 thoughts on “The Naked Traveler 2

  1. Selalu menyenangkan ya baca kisah jalan2nya Trinity ini. Seru dan kocak. Bikin iri dan dengki buat orang2 yg ga pernah ke mana2 kayak aku ini, huhuuu..
    Oya, kisahnya yg dibikin komik jg keren mba! Aku suka bgt dan ngefans jg sama gambar2nya Sheila Rooswitha (Lala). Detail, garisnya rapi, dan konsisten🙂

    Wahh, mba Mei siap mau kemana lg? Ikuuuuutt.. Haha..

    1. mademelani

      halo Diaaan… ya emg seru bgt baca trinity! ya aku jg udah ngelirik komiknya, tp blm kesampaian beli/ baca. Dian bikin tulisan dong ttg komik trinity itu, dan bahas dikit ilustrasinya, jadi buat aku yg awam gini jd lbh ngerti juga🙂 aku jg suka bgt ngeliat gambar2 ato sketch.. kalo lbh ngerti biasanya akan lbh menikmati dan appreciate..

      ya nih pengen menjelajah indonesia, ke tempat2 yg sepii… yuk yuk…🙂

  2. Sebenarnya aku ga terlalu paham dg komik, hanya suka liat/perhatiin gaya2 gambarnya aja.. Dan kebetulan yg bikin komiknya Trinity itu si Lala, jd aku beli deh, hehe.. Tp boleh jg, kpn2 aku coba deh😀
    Hm, menurutku pasti mba Mei suka dan jago menggambar deh.. Iya kaaann.. *nuduh*

    Hiiii tempat sepi kan banyak setannya mba, ntar diculik loh.. Tp hayuk deh, aku minta izin mamaku dulu ya.. hahaha
    Kalo di Balikpapan rame ato sepi mba?🙂

  3. mademelani

    iya Dian.. tulis dong ttg buku DHD itu… pasti menarik. kyknya blm ada yg review tuh… di sini buku itu gak ada.

    wah aku gak bisa gambar Dian, bisanya corat-coret aja… kayak si coreng, adik bobo itu… (eh msh ada gak ya tuh majalah bobo… ). kamu baca bobo gak? aku baca bobo di jaman thn 70-an… huaha tua bgt!🙂

  4. Majalah Bobo msh ada kok mba, skrg malah ada majalah Bobo Junior loh! Dan ada event Bobo Fair tiap tahunnya..😀
    Wuiihh, dulu aku langganan majalah Bobo, kalo majalahnya dateng pasti rebutan sama adikku sampe jambak2an dan selalu aku yg menang haha!
    Coreng itu adik perempuannya Bobo yg suka melukis kan ya..🙂
    Hah? Thn 70-an? Aku blm lahiiir.. iiiih iya mba Mei tua bgt yaa.. hahaha! *kabuuuurr*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s