Books v. Cigarettes

Books v. Cigarettes/ George Orwell/ Penguin (Great Ideas series)/ 2008 (1946)/ Essays/ English/126 pages.

Seri Great Ideas dari Penguin termasuk jarang aku lihat ada di toko buku (kecuali yang on-line), maka aku senang sekali saat menemukannya di toko buku Shakespeare & Co sewaktu masih tinggal di Paris, dijual sebagai buku bekas dengan kondisi yang masih sangat baik. Berisi kumpulan esai dari penulis George Orwell, buku kecil ini menjadi salah satu bacaan esai terbaik sekaligus mengasikkan yang pernah aku baca.

“Books v. Cigarettes” merupakan salah satu judul esai dari tujuh esai yang dirangkum di sini. Dalam esai ini, Orwell mengupas pertanyaan sederhana, apakah orang memilih menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli buku atau rokok, dan kenapa? Pada esai yang lain (“Bookshop Memories”), ia mengeksplorasi pengalamannya ketika menjadi staf di sebuah toko buku bekas, dimana berada selalu di antara tumpukan buku justru mematikan niat bacanya. Pada “Confessions of a Book Reviewer” ia ingin pembaca memahami beratnya ‘tekanan mental’ menjadi seorang kritikus buku. Di esainya yang lain, Orwel juga menyentuh tema-tema lain yang berkaitan dengan buku atau sesuatu yang lebih luas, seperti kebebasan pers, patriotisme, kesejahteraan sosial, ataupun pendidikan. Setiap esai disajikan dengan gaya bertutur yang demikian lugas, to-the-point, renyah, namun sering juga tiba-tiba lembut dan menyentuh rasa yang sulit dijelaskan. Esainya “How the Poor Die”, yang menceritakan pengalamannya saat sakit dan dirawat di sebuah rumah sakit di Paris, dan “Such, Such Were the Joys”, yang membawa pembaca ke kehidupan masa kecilnya di sebuah sekolah elit berasrama di London, pada banyak sisi menghadirkan perasaan-perasaan subtil penulis yang diungkapkan dengan demikian apa adanya, sangat humanis dan menyentuh rasa keadilan, yang akhirnya mengharukan, namun dengan cara yang tidak ‘cengeng’ sama sekali. Tema-tema keadilan sosial dan politik memang sering membungkus karya-karya Orwell, namun didalam semua itu ada rasa humanis yang tidak bisa diacuhkan, yang begitu membekas.

http://www.georgeorwellnovels.com

Ini adalah kumpulan esai Orwell pertama yang aku baca, yang membuatku ingin membaca kumpulan-kumpulan esainya yang lain. George Orwell (bernama asli Eric Arthur Blair), dilahirkan di India pada tahun 1903. Ia bersekolah di Eton, Inggris, lalu bertugas sebagai polisi di Burma, bekerja sebagai pengajar privat, guru sekolah, staf toko buku dan jurnalis. Orwell sempat ikut berperang di perang sipil Spanyol pada tahun 1936, dimana ia terluka dan lalu dirawat di sanatorium, dan sejak itu tidak pernah kembali benar-benar sehat. George Orwell meninggal di London pada usia 47 tahun. Sebagian besar buku-buku Orwell mencerminkan pengalaman dari perjalanan hidupnya.

http://www.penguin.ca

Sedikit mengenai Penguin Great Ideas, seri ini benar-benar membuatku jatuh hati. Penguin membuat seri ini dengan niatan mengumpulkan dan menerbitkan buah pikiran dari para penulis, great thinkers, pionir, radikal, maupun mereka yang visioner, yang ide-idenya sedikit banyak telah mepengaruhi sejarah peradaban dan membantu kita menjadi diri kita saat ini. Tema yang sejatinya ‘berat’, disajikan dengan ringkas, padat, dan dalam bentuk buku yang secara fisik memang ringan, dengan desain cover yang brilian. Dan oh, Penguin Great Ideas box-set langsung jadi impianku…! Lihat juga contoh-contoh covernya yang cantik seperti di foto di bawah ini.

http://www.wemadethis.typepad.com

Mei, Balikpapan 9 Maret 2011

10 thoughts on “Books v. Cigarettes

  1. Melihat review buku di sini selalu buat ngiler :D
    Karya Orwell yang kubacapun baru satu aja, pasti menarik banget baca seri Great Ideas ini,
    esai2 ini kan jarang diterbitkan.

    Menanti ulasan selanjutnya dari seri ini< Nei

    1. mademelani

      thanks mba Monda!🙂 ya aku jarang bgt nemu buku seri esai ini, kecuali browse di tk buku online. melihat judul2 yg lain bener bikin ngiler, mba…, temanya beragam bgt, gak selalu serius, ada jg ttg friendship, art, tapi mmg selalu dr para great thinkers.

  2. weeeiiii kemana ajaaaa mbaa?? hehhehe.. udah lama ngga nongoll..
    duh, jadi pengen banget bacaaa.. apalagi pas bagian “berada di antara tumpukan buku malah mematikan minat baca”. Really?? well, I think I still don’t want my bookpiles to be thrown away..🙂

    bukunya bahasa prancis juga tak mba? kalo ngga, mau dong dibuntelin.. hehhehe

    1. mademelani

      hello Ana!🙂 ya aku baru bangun tidur nih…
      esainya yg ini mnrtku asik, serius tapi asik gitu…:) gak terlalu panjang pula, kecuali yg judulnya “such, such were the joys”, panjang bgt, tapi justru jadi esai yg plg aku suka krn memorable dan mengharukan.

      kalo setiap hari dikelilingi tumpukan buku-buku bekas, bukan buat diliat2 atau dibaca ato sekedar diendus2 baunya (:)), tp yg harus diberesin gak abis2, trus pelanggan yg dateng aneh2, dan dia di sana judulnya ‘kerja’, bisa aja jadi nek ya ama buku, dan kl ada waktu luang maunya ngerjain hal lain yg gak berhubungan dgn buku… hehe ini juga penemuan paradoks dr orwell yg awalnya dia sendiri gak duga akan begitu…

      bukunya bhs inggris say…

  3. Mba Meiiii, akhirnya diupdet lg blognya! Kyknya banyak yg nunggu tulisannya mba mei nih..😀
    Dari tadi aku lamaaa perhatiin cover buku Books v. Cigaratte ini. Dan ternyata covernya itu gambar rokok dg asapnya yg tampak dr depan ya, keren!
    Mmm, kalo disuruh milih, aku lbh milih beli buku dibanding beli rokok, hehe.. Kalo menurut opa Orwell, mana yg lbh banyak dibeli mba, buku atau rokok?😀
    Aku blm pernah baca buku2nya Orwell, nampaknya menarik. Main ke blog mba Mei jd tau deh buku2 Penguin🙂

  4. mademelani

    iya.. aku baru bangun tidur… *ngulet sambil nguap*🙂
    Dian, kamu mmg ilustrator sejati! aku br ngeh kl itu gambar rokok dr depan, kirain bulet2 geometris aja hehe… thx! emg beda mata seorang ilustrator🙂
    yup, aku jg milih buku dong..!
    ini jg buku orwell pertamaku yg dibaca (utk esai maupun novel), walo udah lama punya 3 bukunya yg lain sbg TBR…

  5. Ah mba Meiiii aku jd ge’er to the max nih, haha.. Aku kira malah mba Mei udah tau kalo itu gambar rokok.. Sama, awalnya penasaran bgt ini apaan sih bulet2, haha!
    Eh, bisa jadi loh mba kalo maksud sang desainer bukunya itu emang gambar bulet2 doang, haha..
    Oiya, TBR itu apa ya mba?😀

  6. mademelani

    hi dian! aku blm tau awalnya kl itu gmbr rokok dr depan… setelah diliat, bener bgt kok, gelembung2 asapnya sampai ke atas ke area judul…
    TBR itu to-be-read, buku2 yg ngantriiiii buat dibaca (kecepatan membeli buku emg selalu melebihi kecepatan membaca, belum lagi ada dorongan ‘menyelamatkan’ buku2 yg kuanggap bagus dari rak buku di toko buku dan menempatkan mereka di rumahnya yg baru, yaitu… rak bukuku! jadi tbr-ku udah duduk manis byk bgt di rak, sampe gak berani ngitung… hehe). tp skrg aku lg baca orwell yg lain yg aku beli thn lalu, Down and Out in Paris and London.. so far bagus jg🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s