Wishful Wednesday (3)

Ternyata sudah hari Rabu lagi! Saatnya bicara tentang buku yang menjadi wishlist kita dalam Wishful Wednesday yang diprakarsai oleh Astrid (blog Books to Share).

Buku incaran saya kali ini adalah sebuah buku non-fiksi, berjudul Indonesia Timoer Tempo Doeloe, dari sejarawan George Miller, keluaran Komunitas Bambu (January 2012).

Apa jadinya jika, antara abad ke-16 hingga kini, 28 orang dengan beragam latar belakang dan dari berbagai belahan dunia yang berbeda tertarik, jatuh cinta, hingga tersasar ke pulau-pulau dan pelosok wilayah Indonesia Timur? Buku ini adalah liputan aneka warna artikel dan kesan yang terekam dari perjalanan dalam rentang waktu 500 tahun itu, mengenai Indonesia Timur yang unik dan kaya secara ilmiah namun jelas-jelas terasing itu.

Nama-nama seperti Pulau Komodo, Raja Ampat, Lombok, Seram, Banda, Flores atau Laut Sawu, Arafuru, Puncak Jaya, Tana Toraja, Minahasa, Kerajaan Ternate-Tidore, Kota Makassar, Ambon termasuk perairan utara Australia punya budaya unik, sejarah memikat dan wilayah geografis yang beragam. Sejak rute ke Pulau Rempah ditemukan pada 1513, para petualang Eropa telah merekam perjalanan mereka. Namun romantisme seputar Kepulauan Rempah bukan motivasi yang melulu mendorong orang-orang mengunjungi Indonesia Timur. Mereka menembus hutan lebat atau laut berombak ganas agar sampai ke pulau-pulaunya yang menyebar dan terpencil juga untuk menjelajah, melakukan penemuan ilmiah, berperang, mencari bantuan, memperoleh keuntungan dari perdagangan atau sekadar bertamasya.

Rupa-rupa buah pertemuan mereka dengan dunia Indonesia Timur itulah yang oleh sejarawan George Miller dituang ke dalam buku ini. Kisah-kisah itu hadir dalam berbagai gaya serta merefleksikan beraneka motif juga reaksi dari para penjelajah yang terdiri atas pedagang rempah Eropa abad ke-16 hingga jurnalis Australia yang mengunjungi Timor Timur pada 1990 dan dipikat oleh bahaya di pedalaman pulau yang rumit.

Kesan para petualang itu bisa jadi telah berubah lantaran perjalanan waktu, tapi mengingat Indonesia Timur yang terus dibiarkan dalam keterpencilan dan ketertinggalan sesungguhnya masih jauh lebih banyak persamaannya.

Buat saya, kawasan Indonesia Timur begitu menarik, ya karena cerita tentang rempah dan tempat penting dalam percaturan perdagangan dunia berabad lalu yang berujung pada kolonialisme, budayanya yang begitu berbeda, dan tentu saja alamnya yang sangat spesial. Karena hal-hal itu, saya jadi mulai ‘mengkoleksi’ buku-buku mengenai Indonesia Timur dan rempah🙂. Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah catatan perjalanan tamasya orang-orang di berabad lalu ke pulau Komodo (sudah ada tamasya ke sana ya jaman itu!), juga catatan perjalanan ke Raja Ampat, dan banyak lagi. Kali ini saya ingin ‘berjalan-jalan’ ke sana melalui buku ini dulu, semoga suatu saat nanti tercapai niat untuk benar-benar menginjakkan kaki dan berpetualang di pulau-pulau jauh nan elok tersebut.

Apa wishlist-mu minggu ini?

Untuk ikut Wishful Wednesday:

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

6 thoughts on “Wishful Wednesday (3)

    1. Setuju sama Mbak Fanda. Pasti seru kalau baca historical fiction ttg negeri sendiri. Soalnya alisku suka mengkerut-kerut kalau baca buku-buku non fiksi. Hehehe

      1. @Fanda, @Tika, ya kl dijadikan fiction mmg menarik ya…
        tapi buatku baca non fiksi juga bisa seperti baca fiksi, sama aja seperti baca cerita, bedanya cerita ini true story (kecuali utk buku2 non fiksi jenis how-to books ato self-help, aku gak suka). buku ini kumpulan travel writing, dari sudut pandang si penjelajah. gak serius2 amat kok🙂

  1. astridfelicialim

    Wahhh jaman dulu Komodo sama Raja Ampat udah ngetrend ternyata ya! kirain baru2 ini aja ada wisata ke sana =) Mei emang keren soalnya masih bisa melahap buku2 non fiksi kayak gini, sementara aku udah lamaaa nggak baca buku pure sejarah =D btw thx udh ikutan ya!

    1. hi tid… ya aku sempet flip thru buku ini di toko buku, fakta bhw ratusan thn lalu org udah ‘jalan-jalan’ ke komodo bikin aku wow bgt… kyk apa ya tulisan pandangan mata mereka? kebayang eksotisnya bagi org eropa jaman itu bisa terdampar di pulau jauh dgn hewan purba spt komodo… mgkn kayak kita skrg sbg org indo yg bertamasya ke kutub utara atau selatan ya🙂
      ini bukan pure buku sejarah semacam textbook kok, kumpulan artikel travel writing dari berbagai orang dgn berbagai profesi dan bangsa, yg tentu byk detil2 sejarahnya. buatku sih menarik bgt!

  2. Pingback: Wishful Wednesday [16] dan Rekap | ma petite bibliothèque

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s