Rahasia Kuda Tanpa Kepala

Setelah posting di sini, kembali tentang buku ini, kali ini ulasannya, sekaligus posting baca bareng BBI untuk buku anak. Buku karangan penulis Perancis, Paul Berna, ini terbit pertama kali tahun 1955, dan penerbit BPK Gunung Mulia menerbitkan edisi bahasa Indonesianya pada tahun 1982. Setelah melakukan sedikit search, ternyata Paul Berna adalah seorang penulis terkenal di jamannya, dan buku cerita anaknya pun cukup banyak.

Rahasia Kuda Tanpa Kepala (Le Cheval sans Têtemenceritakan tentang petualangan sekelompok anak yang gemar bermain kuda kayu luncur di turunan jalan di desa kecil mereka, Louvigny. Kuda kayu itu sudah reot benar, belinya pun di toko loak, dan kepalanya sudah tidak ada sejak awal. Jadilah nama mainan mereka, kuda tanpa kepala. Walau usang, benda itu menjadi kesayangan seluruh anggota geng. Setiap siang menjelang sore, sepulang sekolah jika cuaca cerah, mereka akan berkumpul di ujung jalan Petit-Pauvres dan meluncur dengan kuda kayu mereka yang beroda di bagian bawahnya, melesat menuruni jalan tersebut hingga kecepatannya berkurang karena tanjakan jalan di depannya. Anggota geng itu ada 10 anak, laki-laki dan perempuan, yang tertua berusia 12 tahun, dan terkecil sekitar 5 tahun. Beberapa dari mereka akan bertugas berjaga di ujung jalan untuk memberi aba-aba saat yang aman untuk teman mereka yang akan meluncur di kuda mereka. Begitulah kegembiraan anak-anak di desa kecil itu. Sederhana, namun penuh keriangan. Hingga suatu saat, kuda itu dicuri orang. Hal yang aneh adalah, kenapa ada orang yang menginginkan benda usang setengah rusak tersebut, bahkan sampai menawar dengan harga tinggi untuk membelinya? Ada apa gerangan dengan kuda tanpa kepala mainan rongsok mereka itu? Namun bagi anak-anak ini, kehilangan benda kesayangan milik bersamalah yang menjadikan mereka demikian sedih yang lalu membuat mereka bertekad menemukan pencurinya, dan hal ini menggiring mereka ke beberapa petualangan dan penemuan tak terduga.

Cerita yang berjalan lambat di awal ternyata menyuguhkan akhir yang seru dan tak terduga. Di samping itu, sulit untuk tidak menyayangi anak-anak ini, karena mereka begitu polos dalam jiwa kanak-kanaknya, yang tidak mempunyai maksud lain apapun kecuali melakukan segalanya dengan senang hati. Ya, salah satu pesan moral yang paling terasa saat menutup buku ini adalah betapa pentingnya bagi kita untuk melakukan kebaikan dengan senang hati. Jadi, bukan sekedar melakukan kebaikan itu dan segala tujuannya, tapi poin yang penting adalah melakukannya dengan gembira🙂

“Bagaimanapun, kalau kalian berpikir lebih jauh, kesenangan yang kalian rasakan beberapa hari terakhir ini jauh lebih berharga daripada uang satu dua juta franc. Dan pada umur kalian, pengalaman serupa itu merupakan hal yang paling penting.” (hlm. 235)

Paul Berna, bernama asli Jean-Marie-Edmond Sabran (1908 – 1994), bekerja di surat kabar daerah sebelum menekuni profesi sebagai full-time writer. Paul Berna adalah nama pena yang ia gunakan sebagai penulis buku anak. Buku Rahasia Kuda Tanpa Kepala ini merupakan bukunya yang dianggap paling terkenal, dalam edisi Inggris diberi judul A Hundred Million Francs. Selain cerita anak, beliau juga menulis buku science-fiction dan cerita detektif. Untuk buku-buku dewasa, ia menggunakan nama pena Bernard Deleuze dan Paul Gerrard, dan untuk buku detektif, Joel Audrenn. Jadi, kalau menemukan buku-buku dengan nama-nama ini sebagai pengarangnya, ternyata semua dari orang yang sama.

Buat pembaca anak-anak, rasanya buku ini dengan mudah akan menerbangkan pembacanya ke desa mereka, berpetualangan seru bersama anak-anak geng ini. Bagi kita pembaca dewasa, sepotong masa kanak yang disodorkan Paul Berna ini seperti mengingatkan kita untuk tetap menghidupkan jiwa kanak-kanak (bukan kekanak-kanakan) dalam diri kita, berapapun usia kita. Karena, melalui jiwa kanak-kanak itu, rasanya akan lebih banyak keindahan dan kegembiraan yang kita lihat dalam hidup ini.

Rahasia Kuda Tanpa Kepala/ Paul Berna/ BPK Gunung Mulia/ 1982 (1955)/ Cerita Anak/ Bahasa Indonesia (penerjemah Dictus Sutadi)/ 249 hlm.

6 thoughts on “Rahasia Kuda Tanpa Kepala

      1. mademelani

        oya? hmm interesting… aku byk lupa ttg buku2 trio detektif (walo dulu baca ckp byk). stlh search, itu berhub dgn pedang mexico apa gitu. lucu jg bisa sama gitu…

    1. mademelani

      wah kyknyaudah gak ada deh tid… kalo mau pinjem, boleh nih🙂
      btw penerbit bpk gunung mulia itu msh ada gak ya? ato mgkn ganti nama?

  1. SmartHealthyPets

    Penerjemah buku ini almarhum ayah saya. Buku ini salah satu buku favorit di masa kanak-kanak saya. Mungkin ada 10 kali ya saya baca ulang, terutama bab2 terakhir yang paling seru, ketika puluhan ekor doggy mulai dari anjing ras elite sampai anjing kampung penuh kudis dan kutu dikerahkan dari seluruh penjuru kota untuk mengalahkan para penjahat yang sudah mengepung geng anak-anak itu di dalam sebuah pabrik. BPK Gunung Mulia masih ada, tapi stoknya paling sudah tidak ada. Ini buku jadul banget. Salam.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s