Wishful Wednesday [7]

Hello Wednesday, again! (Cepet banget ya sudah Rabu lagi, sementara posting tentang buku belum dibuat, sudah ada 3 buku yang antri). Tapi baiklah. Buku incaran saya minggu ini adalah buku “segera terbit” (terbit bulan Mei 2012) dari Komunitas Bambu, Bali Tempo Doeloe.

Sama seperti seri Tempo Doeloe lainnya dari penerbit ini, Bali Tempo Doeloe berisi antologi tulisan-tulisan yang telah dibuat oleh berbagai orang dengan berbagai latar belakang (antropolog, budayawan, agamawan, sastrawan, politikus) sejak suatu masa ratusan tahun yang lalu hingga kini. Dirangkum oleh Adrian Vickers, seorang pakar ilmu budaya Asia dari Universitas Sydney, yang salah satu bukunya sering kita lihat di Periplus, Bali: A Paradise Created.

Di buku ini, tulisan-tulisannya meliputi masa pendaratan pertama bangsa Belanda pada 1597 hingga 1990-an saat geger budaya mengelisahkan penulis-penulis Bali. Dimulai dari pendeta pencerita VOC terkemuka Francois Valentijn yang mengisahkan perdagangan budak dan sodomi sampai Raden Sastrawijaya, santri priyayi Yogyakarta yang jadi turis ke Bali pada pertengahan abad ke-19. Ada Miguel Covarubias yang mengisahkan petani dan seniman Bali pada abad 20, Anna Mathews menuturkan letusan hebat Gunung Agung yang menelan 1500, juga cerita daerah-daerah “Surga” terkemuka di Bali dari Margaret MeadJulius Jacobs, WH Medhurst, Collin McPhee, Myron Zobel dan Nyoman S Pendit. Termasuk kisah perang puputan dari HH van Kol, pendudukan Jepang oleh Ktut Tantri dan penulis sosialis Jef Last mengulas Bali setelah revolusi.

Melalui tulisan-tulisan dari berbagai sudut pandang yang terkumpul di buku ini kita serasa menengok Bali dalam masa yang sangat berbeda di waktu lampau. Buku ini sekiranya juga akan melengkapi koleksi buku-buku teks (diluar buku-buku jenis coffee-table lain) tentang budaya Bali yang selama ini sudah perlahan-lahan terkumpul, baik yang saya beli baru atau bekas🙂

Mari ceritakan buku incaranmu juga :)

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

15 thoughts on “Wishful Wednesday [7]

  1. astridfelicialim

    meeei kamu memang setia sama Bali ya! =D eh tapi keren mengoleksi buku2 gini, nanti bisa bikin perpustakaan khusus literatur Bali =)

  2. helvry

    walaupun aku bukan orang bali, tapi suka belajar2 budaya bali. beruntung karena punya teman sekubikel adalah orang bali jadi banyak tau.
    jadi pengen juga beli buku ini

    1. mademelani

      wah bang Helvry suka baca ttg budaya juga ya?🙂 aku sendiri baca2 buku ttg Bali krn masih byk gak tau tg Bali🙂. Buku ttg Bali termasuk cukup byk, tetap harus dipilih jg mana tulisan yg bagus, dan mana yg hanya mengumbar sisi eksotisnya (mnrtku).

  3. helvry

    soalnya membaca budaya, jadi bertambah kagum dengan betapa kayanya manusia. Banyak orang tidak menghargai budaya sebagai kekayaan karena tidak memahami, tidak memahami karena tidak pernah tahu, dan tidak tahu karena tidak pernah baca, heuehueh…bila dibandingkan dengan budaya batak, lebih banyak buku yang membahas budaya bali mbak, hehehe..

    1. mademelani

      betul sekali bang Helvry! kalau tidak kenal, susah utk menghargai. atau bisa juga mulai dari keterpikatan, lalu menggali ingin tahu.
      ya buku2 ttg bali mmg relatif byk, tapi banyak yang ditulis oleh orang luar (walau mereka nara sumbernya tetap org lokal bali). mungkin karena kebiasaan mendokumentasi (mencatat dan menuliskannya) di budaya kita (dan timur pada umumnya) tumbuh jauh lebih belakangan drpd di barat? membaca buku2 budaya karangan penulis luar, kita sbg pembaca juga hrs menyaring pendapat yg ada di buku itu krn sangat terpengaruhi oleh sudut pandang mereka sbg org barat. di sisi lain, justru karena mrk org luar, mereka jd bisa memposisikan sebagai pengamat yg berada di luar budaya yg diamati.

      btw budaya batak jg menarik sbnrnya buat aku, ada 1 buku yg aku cukup tertarik, yaitu Toba Na Sae, dari Sitor Situmorang, ttg mata rantai sejarah batak yg hilang. kyknya menarik bgt tuh… dan sitor semacam memprakarsai penulisan ‘history from within’.🙂

      1. helvry

        buku Toba Na Sae sendiri malah belum tamat saya baca. hehehe…Namun saya pernah dengar dari paman yang juga dosen sosiologi, katanya Toba Na Sae itu sebagian ada juga yang berupa dongeng, masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. Sayangnya orang-orang yang menelusuri sejarah batak tidak ada buku terbitannya. Apa karena nggak ada atau nggak mau, entahlah, hehehe…Saya juga berminat nih beli Bali Tempo Doeloe-nya mbak, hehehe

      2. mademelani

        iya, jarang ya buku ttg sejarah Batak. Pasti byk juga ya meneliti ya, tp mgkn tidak dicetak dlm bentuk buku.
        Bali Tempo Doeloe jg udah dapet nih🙂

  4. Pingback: Wishful Wednesday [16] dan Rekap | ma petite bibliothèque

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s