Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang – Nh. Dini

Ini adalah buku Nh. Dini kesekian yang saya baca. Kali ini sekaligus merupakan salah satu buku yang saya sertakan dalam Sastra Indonesia Reading Challenge 2012.

Seperti hampir semua buku-buku Dini, buku ini adalah sebuah memoar atau cerita kenangan dari sepenggal hidup Dini, dan merupakan kelanjutan dari Argenteuil. Di buku ini, Dini sedang berada di akhir masa hidupnya di Perancis, dalam proses perceraian dengan suaminya seorang konsulat asal Perancis. Dari jalan Saint Simon di bagian elit Paris, Dini pindah ke rumah bibinya di jalan Lembang di daerah Menteng, Jakarta, sementara menunggu kemapanannya untuk kembali ke rumahnya di kampung Sekayu, di Semarang.

Dini ingin tetap menekuni bidangnya, yaitu kepengarangan dan menjadi penulis. Seorang sahabatnya berkebangsaan Perancis pernah berkata kepadanya, jika ia menulis dalam bahasa Perancis, Indonesia akan kehilangan seorang pengarangnya. Sudah banyak wanita pengarang Perancis. Tapi pengarang Indonesia hanya sedikit, apalagi pengarang wanita. Untuk itulah Dini ingin kembali ke pangkuan ibu pertiwi, selain karena kondisi kesehatan dan merasa bahwa hidupnya di tanah air adopsinya itu sudah saatnya berakhir.

Kembali dengan bahasa yang sangat apik, Dini menuturkan perjalanan hidupnya. Berbeda dengan buku-buku Dini sebelumnya, di sini saya menemukan lebih banyak kegetiran dan kecemasan perasaan. Kegetiran, karena Dini sedang dalam proses akhir berpisah dengan keluarganya dan kadang beberapa peristiwa masih mengharuskannya berkomunikasi dengan suami, yang selalu membuat suasana hati kembali pahit. Kecemasan, karena di sini Dini menghadapi masa depannya yang masih belum menentu, harus kembali membangun pijakan yang kokoh hanya sekedar untuk hidup. Bisa dibayangkan, setelah sekian puluh tahun hidup di negeri lain, tiba-tiba harus kembali hidup di negeri sendiri, dengan tidak mempunyai siapapun untuk menopang hidup selain diri sendiri. Buku ini adalah buku Nh. Dini yang paling datar dan paling “bernuansa emosi negatif” yang saya baca selama ini, sarat dengan ‘kepahitan perasaan’ dan ‘keluhan’ mengenai situasi negeri yang dipandangnya tidak seharusnya demikian. Walau saya pun setuju dengan ‘keluhan’ beliau, yang sampai tahun-tahun sekarang pun masih sangat relevan, tidak bisa dipungkiri bahwa saya pun jadi agak lelah membacanya. Fase ini memang bukan fase paling cemerlang atau optimis dari Dini, hantaman masalah personal, dan kesehatan dengan penyakit berat yang harus dihadapi, sudah pasti menyerap energi setiap orang yang mengalaminya.

Namun, di sinilah justru Dini menunjukkan kekuatan pribadinya, untuk tetap tegar dan tegak berdiri diatas kakinya sendiri, tidak meminta belas kasihan orang lain. Ia tetap giat beraktivitas untuk berkarya walau kondisi kesehatan sempat menurun, menyisihkan tabungan demi mimpinya membangun pondok baca di kampungnya, Sekayu, dan secara total menerjunkan diri dalam kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang juga menjadi kecintaannya. Ya, diantara segala kemuraman dan kesusahan yang terjadi, Dini tetap menjadi cahaya bagi sekelilingnya, dengan bersikap mandiri dan membuka mata masyarakat atas masalah-masalah sosial maupun lingkungan hidup yang menjadi perhatiannya.

Barangkali menuruti suratan takdir, di tahun-tahun awal masa menetap kembali di tanah Air, aku dihubungkan erat dengan urusan lingkungan alam. Seolah-olah untuk ‘mengurangi’ kejengkelan-kejngkelan terhadap noda atau cacat para pemerintah serta penguasa melaksanakan tugas mereka,  Tuhan menunjukkan kepadaku betapa beragamnya aneka hayati negeriku. Sungguh kusyukuri hal ini. Yang Maha Kuasa membukakan hatiku: inilah suasana lingkungan tanah airmu; inilah ‘kekayaan’ negerimu!

Sungguh aku tidak menyesal kembali ke dalam rengkuhan Ibu Pertiwi.

Detil buku: Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang/ Nh. Dini/ Gramedia Pustaka Utama/ 2012/ Memoar/ 214 hlm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s