[Launching] Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer

Setelah separuh tahun lalu saya menggelar Sastra Indonesia Reading Challenge 2012, yang menghasilkan kumpulan review teman-teman atas buku sastra Indonesia yang dibaca, yang menurut saya sangat apresiatif dan memberi inspirasi, maka tahun ini saya menggelar lagi Membaca Sastra Indonesia 2013, Klasik dan Kontemporer. Saya tidak menyebutnya sebagai challenge karena di sini tujuan saya adalah lebih untuk masuk mendalami, membaca dan berpendapat mengenai karya-karya sastra Indonesia, dan di sini saya mengajak teman-teman untuk juga bergabung.🙂

Membaca Sastra Indonesia 2013
gambar diambil dari lukisan Srihadi Soedarsono, Fan Dancers, 1974

Keinginan mengapresiasi suatu karya, baik dalam hal genre ataupun jumlah buku, menurut saya bisa sangat personal sifatnya, tergantung pada kebutuhan ybs pada saat tertentu. Karena itu saya mengajukan aturan sebagai berikut:

  1. Kamu bisa memilih mau membaca sastra Indonesia klasik, atau kontemporer, atau keduanya (klasik dan kontemporer)
  2. Tentukan sendiri target jumlah buku yang mau kamu baca untuk kategori yang kamu pilih, atau untuk masing-masing kategori (kalau kamu pilih keduanya). Berapa pun jumlah buku, tak masalah. Yang penting adalah pengalaman membaca dan mengapreasi (baca: mengkritisi), serta berpendapat atas hal yang kamu baca.🙂
  3. Periode membaca adalah dari Januari 1 sampai Desember 31, 2013.
  4. Genre buku yang dibaca boleh apa saja, fiksi maupun non-fiksi (disarankan yang bersifat humaniora), asal merupakan karya penulis Indonesia. Buku yang kamu baca boleh digabungkan ke reading challenge (yang lain) yang kamu ikuti.
  5. Tuangkan pendapat kamu atas buku yang kamu baca dalam posting di blog kamu (tidak harus punya blog khusus buku). ‘Review’ tidak melulu harus panjang dan formal, kamu bebas mengungkapkan pendapat kamu dalam bentuk posting yang kamu sukai.
  6. Pasang button “Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik & Kontemporer” di side bar blog kamu, supaya kita juga langsung tahu mengenai keikutsertaan blog kamu di inisiatif ini.

>> Jika ingin berpartisipasi, daftarkan blog kamu di bagian komen posting ini, dengan informasi mau membaca klasik dan atau kontemporer, dan berapa jumlah target buku. Bisa juga kamu sertakan URL posting kamu yang menyatakan keikutsertaan kamu untuk inisiatif ini.

>>Taruh posting review kamu di page ini: [Master Post Link] Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer.

“Membaca sastra Indonesia adalah upaya melawan lupa atas kesejarahan diri kita sendiri”. (Max Lane, di Ubud Writers and Readers Festival, 2012)

=====

Catatan:

*Klasik: Ungkapan “sastra Indonesia klasik” jarang terdengar, menurut saya karena kemunculan Indonesia pun baru ada pada jaman yang dianggap ‘modern’ dalam kerangka literatur dunia. Karya-karya sastra klasik (Nusantara) sebelum abad 20 sebenarnya cukup banyak, namun sering masih dalam bahasa daerah, seperti Serat Centhini yang ditulis dalam bahasa jawa kuno, atau karya lainnya, yang membuatnya sulit dibaca oleh generasi sekarang. Untuk itu kategori “klasik” dalam Membaca Sastra Indonesia 2013 ini saya perluas hingga ke area “modern classics”, yaitu karya-karya yang ditulis di permulaan abad 20 hingga tahun 70-an (tentu untuk karya yang secara kualitas memang layak disebut “klasik”). Buku-buku seperti Puisi Lama hingga karya-karya Pramoedya, contohnya, bisa masuk di sini.

*Kontemporer: semua karya yang bersifat kontemporer, memiliki unsur kebaruan/ masa kini, ditulis di masa 80-an hingga sekarang. Termasuk di sini adalah sastra populer (chicklit, metropop, dan sejenisnya).

41 thoughts on “[Launching] Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer

  1. Ikut yang kategori kontemporer! Rencananya mau baca Maryam (Okky Madasari), kumpulan cerpen Perkara Mengirim Senja, Pulang (Leila S. Chudori), WInter Dreams (Maggie Tiojakin).

  2. Aku ikut dua-duanya ya mbak, klasik dan kontemporer. Serunya membaca sastra Indonesia lebih mengenal kebudayaan, sejarah dan masalah sosial Indonesia. Mari kita sebarkan virus membaca sastra Indonesia! ^^

  3. Pingback: Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer | Atas Nama Buku

  4. Pingback: Reading Challenge: Membaca Sastra Indonesia 2013 « [ roem:pi boekoe ]

  5. Pingback: Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer (target baca) | ma petite bibliothèque

  6. Melanjutkan target yang tak terselesaikan tahun lalu😀 sementara aq ambil yang kontemporer, sambil cari yang klasik. Jika edisi cetak ulang yg dimaksud klasik tetap edisi cetak pertama kan mbak Mei ? Rada susah cari bukunya😦 btw, button-nya cantik dan menarik😀

    1. mademelani

      thanks Maria sdh ikutan lg🙂
      ya, utk yg buku klasik/ modern klasik, kita lihat dari kapan buku itu ditulis atau diterbitkan pertama kali. tentu boleh aja kalo buku klasik/ modern klasik yg ada di tangan kita itu cetakan baru. seperti buku pram byk yg dicetak lagi thn 2000an, pdhl ditulisnya atau pertama kali terbit bbrp puluh tahun yg lalu.
      makasih utk komentar ttg button-nya🙂

  7. Pingback: Review: Malaikat Jatuh « [ roem:pi boekoe ]

  8. aku mau ikutan deh, mbak. udah telat belum ya? hehehe..
    Kayaknya dengan ikutan, itung2 disiplinin diri buat bikin review, selama ini baca aja..hehe.. Aku ikutan dua-duanya, klasik dan kontemporer. Sepertinya harus bikin list dulu nih😀

    Semoga setahun ini bisa disiplin:mrgreen:

  9. Pingback: All That Is Gone – Pramoedya Ananta Toer | ma petite bibliothèque

  10. Pingback: Review: Gadis Pantai | [ roem:pi boekoe ]

  11. Pingback: Membaca Sastra Indonesia | Luckty Si Pustakawin

  12. saya baru tahu tapi pengen ikutan juga, kebetulan hampir 90 persen koleksi saya karya penulis Indonesia.. dan suka yang berbau sejarah hehe..

    oya kalau karya Remy Silado apakah termasuk karya klasik?

  13. Pingback: Membaca Sastra Indonesia | Pojok Buku'Ne

  14. Pingback: 1 Perempuan 14 Laki-Laki (2011) | Legi, Intellexi, et Condemnavi

  15. Pingback: Harimau! Harimau! (1992) | Legi, Intellexi, et Condemnavi

  16. Pingback: Sketsa – Sketsa Umar Kayam : Mangan Ora Mangan Kumpul (1995) | Legi, Intellexi, et Condemnavi

  17. Pingback: Katarsis (2013) | Legi, Intellexi, et Condemnavi

  18. Pingback: [Wrap Up Post] Membaca Sastra Indonesia 2013 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s