Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer (target baca)

Membaca Sastra Indonesia 2013Untuk Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer, saya berencana membaca paling tidak 12 buku sastra Indonesia, yang terdiri atas 8 klasik dan 4 kontemporer.

Klasik: (tepatnya modern classics)

  1. All That is Gone – Pramoedya A. Toer (saya hanya punya edisi bahasa Inggris keluaran Penguin Books. Buku kumpulan cerita ini adalah terjemahan dari Cerita dari Blora yang terbit tahun 1952).
  2. The Mute Soliloquy – Pramoedya A. Toer (atau Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, merupakan memoar Pram saat beliau ditahan di Pulau Buru. Ditulis antara tahun 1965 – 1979, namun edisi bahasa Inggris yang saya punya, juga keluaran Penguin Books, terbit tahun 1995).
  3. Ziarah – Iwan Simatupang (Iwan Simatupang adalah penulis Indonesia yang sempat tinggal di Paris dan belajar filsafat di Universitas Sorbonne, dan karya-karyanya dianggap banyak menyiratkan eksistensialisme yang marak di Perancis. Saya belum pernah membaca karya beliau dan karenanya ingin mencobanya. Ziarah terbit tahun 1969).
  4. Senja di Jakarta – Mochtar Lubis
  5. Jalan Tak Ada Ujung – Mochtar Lubis
  6. Manusia Indonesia – Mochtar Lubis (3 buku Mochtar Lubis yang ingin saya baca tahun ini. Senja di Jakarta, terbit pertama kali justru dalam bahasa Inggris pada tahun 1963, menyusul bahasa Indonesia tahun 1970, dan Jalan Tak Ada Ujung, terbit 1952, sarat dengan potret sejarah walau mengangkat cerita sehari-hari dari tokoh-tokoh yang ada di jaman itu. Manusia Indonesia merupakan pidato kebudayaan yang dibawakan Mochtar Lubis di tahun 1977 di Taman Ismail Marzuki, yang isinya dipandang banyak orang masih sangat relevan dengan situasi saat ini).
  7. Di Bawah Langit Tak Berbintang – Utuy Tatang Sontani (Kenapa buku ini? Utuy Tatang Sontani adalah salah satu penulis ternama angkatan 45, yang banyak membuat karya lakon. Pada 1 Oktober 1965, bersama sejumlah penulis dan wartawan Indonesia, ia menghadiri suatu perayaan di Beijing atas undangan pemerintah Tiongkok. Peristiwa G30S membuatnya tidak bisa kembali ke Indonesia dan terlunta-lunta, hingga pecahnya revolusi kebudayaan di Beijing setahun kemudian membuatnya bermigrasi ke Eropa Barat melalui Trans Siberia, namun Utuy Tatang Sontani akhirnya berdiam di Moskwa, hingga akhir hayatnya. Di Bawah Langit Tak Berbintang adalah memoar beliau atas perjalanannya dalam pengasingan hidup di negeri orang, yaitu di Tiongkok dan Rusia. Di Rusia, beliau masih menghasilkan sejumlah karya, bahkan berkiprah mengembangkan Sastra Indonesia di Universitas Negara Moskwa. Sebagai penghormatan kepada beliau, pemerintah Rusia menempatkan nisannya sebagai nisan pertama di pemakaman muslim yang dibuat di kota itu. Kisah hidup ini membuat saya terharu, dan karenanya ingin membaca memoar beliau ini. Selama masa pengasingan, Utuy Tatang Sontani tidak sakalipun berkesempatan pulang ke Indonesia, walau ia sangat merindukannya. Nama Utuy Tatang Sontani hadir di benak saya saat namanya disebut dalam salah satu diskusi di Ubud Writers and Readers Festival 2012 lalu).
  8. Hujan, Panas dan Kabut Musim – A. A. Navis (setelah membaca Robohnya Surau Kami dan sangat terkesan, saya ingin membaca karya A. A. Navis lainnya).

Kontemporer:

  1. Pulang – Leila S. Chudori
  2. Amba – Laksmi Pamuntjak
  3. Sebuah sastra populer dari Alberthiene Endah
  4. ….. (novel Clara Ng, tulisan perjalanan Agustinus Wibowo, atau lainnya).

2 thoughts on “Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik dan Kontemporer (target baca)

  1. Selalu suka membaca memoar seseorang & memoar milik Utuy Tatang Sontani sepertinya menarik, mau coba cari ah…selintas kisah mirip Utuy ini dapat ditemukan di novel Pulang, Leila S. Chudori, kisahnya tak kalah menarik .:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s