The Lover

the-lover_marguerite-duras.jpg

The Lover

Novel

Pengarang: Marguerite Duras

Penerbit: Jalasutra

Tahun terbit: 2004

Bahasa: Indonesia

Penerjemah: Septina Ferniati

Halaman: 152

Diterbitkan pertama kali pada tahun 1984 dengan judul asli L’Amant, atau The Lover, novel ini adalah novel terbaik dari pengarang Perancis Marguerite Duras. Buku lainnya yang juga cukup terkenal dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (oleh Yayasan Obor Indonesia) adalah Monderato Cantabile, yang terbit pada tahun 1958.

The Lover merupakan kisah cinta yang ganjil antara seorang gadis Perancis remaja dengan seorang pria Cina dewasa di Saigon, Indo-Cina (kini Vietnam). Percintaan dimulai ketika sang gadis sedang naik kapal ferry menyeberangi sungai dan bertemu dengan sang pria yang saat itu sedang berada dalam mobil limosinnya. Nama sang pria sampai akhir kisah tidak disebutkan, sementara penutur berganti-ganti antara sang gadis sebagai orang pertama, kadang tanpa ‘pemberitahuan’ berganti menjadi orang ketiga, apakah itu sang pria atau orang lain. Konteks waktunya pun berpindah-pindah, kadang berada di masa lalu ketika sang gadis masih anak-anak, kadang tiba-tiba maju ke masa depan ketika ia sudah tua dan berada di Perancis. Sama sekali tidak linear. Hal ini membuat membaca novel ini terasa dinamis dan kadang penuh kejutan. Namun tidak juga membingungkan. Pada saat akhir membaca novel ini, pembaca tetap bisa menyusun mozaik-mozaik kehidupan sang tokoh yang diceritakan secara berserak itu. Novel ini juga minim dialog, kisah dituturkan melalui penggambaran sudut pandang penutur, yang membuat pembaca seakan sedang membedah pikiran sang tokoh. Kisah percintaan ini merupakan kisah cinta pertama bagi sang gadis. Walau demikian, kisah ini bukanlah kisah cinta pertama tipikal remaja. Ada kedalaman makna, tidak bersifat ideal seperti umumnya cinta remaja. Sesuatu yang membekas sampai tua, dan unik dengan keganjilannya.

Novel ini dapat dikatakan bersifat autobiografis mengingat Duras sendiri dilahirkan dan dibesarkan di Gia-Dinh, Indo-Cina. Seperti diketahui kawasan Indo-Cina dahulu merupakan jajahan Perancis, dan Duras merupakan warga Perancis yang tinggal di sana. Ayahnya adalah seorang guru matematika, yang meninggal dunia ketika Duras masih berusia 4 tahun. Sang ibu digambarkan Duras sebagai sosok yang lemah dan penuh dengan keputusasaan. Menghidupi 3 orang anak, ketakberdayaan sang ibu dalam hal ekonomi menjadikan kehidupan masa kecil Duras cukup carut marut. Ketika usianya belum genap 15 tahun, Duras bertemu dengan seorang Cina yang bermukin di Vietnam dan menjalin asmara dengannya. Hubungan mereka terjalin ’karena adanya ikatan-ikatan’ dan ’kejadian-kejadian’, dan bukan karena ’cinta’. Hubungan misterius yang tak direstui oleh kedua pihak keluarga itu pun harus kandas ketika Duras pada akhirnya memilih untuk kembali ke Perancis pada usia 17 tahun untuk melanjutkan sekolahnya. Hidup Duras sejak kecil selalu dipenuhi dengan harapan akan kebebasan dari kesendirian serta kehangatan keluarga yang tak pernah ia rasakan. Novel The Lover ini pun banyak menggambarkan perasaan keterasingan dan hubungan keluarga yang dingin, terutama antara sang gadis dengan ibunya dan dengan kakak laki-lakinya.

Membaca The Lover seakan membaca masa muda sang penulis. Walau demikian, Duras menolak anggapan bahwa karyanya ini merupakan autobiografinya. Baginya, hasrat yang dirasakan oleh sang gadis, tokoh utama novel ini, telah bercampur dengan hal-hal yang bersifat fiksi. Mungkin hidup Duras pun dirasakan antara nyata dan tidak nyata. Seperti ungkapan Duras, “Kisah hidupku tidak nyata. Tidak nyata. Tak pernah ada pusatnya. Tak ada jejak, tak ada jalan. Ada ruang-ruang besar dimana kau pernah pura-pura melihat seseorang di sana, tetapi itu tidak benar, tak ada siapapun.” (hal 12).

Pola penggambaran kisah seperti mozaik yang terserak mungkin dapat dijelaskan dengan historis penulisan novel ini. Pada awalnya Duras menyiapkan sebuah buku fotografi yang berisikan jepretan-jepretan foto masa kecilnya dengan tambahan tulisan sebagai komentar. Namun, setelah buku tersebut selesai disusun, penerbit di Perancis menolaknya karena menganggapnya terlalu aneh. Sampai akhirnya Jerome Lindon, seorang editor dari penerbit de Minuit, mengusulkan kepada Duras untuk membuat buku tersebut dalam bentuk uraian kisah dan tanpa foto. Terbukti di tangan penulisnya, kata-kata mampu bercerita lebih dari ratusan foto. Dalam sebuah wawancara khusus dengan Duras tentang bukunya The Lover, Duras mengatakan, ”Sebaiknya Anda tidak bertanya terlalu banyak akan buku ini, biarkan ia bicara. Apabila apa yang dikatakannya tidak Anda pahami secara langsung dengan jelas, bersabarlah. Perlahan-lahan kata-kata yang Anda baca akan terasa semakin jelas, terlalu jelas, bahkan.” (hal 14). Duras mengisahkan kisahnya sedemikian rupa hingga pada akhir kisah masih mampu mengusik kepekaan pembaca akan kerinduan akan hubungan hangat di masa lalu.

The Lover berhasil meraih penghargaan bergengsi Prix Goncourt di Perancis, dan penerbitnya de Minuit, merupakan penerbit yang terkenal sangat menjunjung tinggi idealisme kesusastraan Perancis.

Cirendeu, 13 June 2007, 15.33.

12 thoughts on “The Lover

  1. Gatot Widayanto

    Wah .. waktu mengajar di Yogya, saya beli buku ini di toko bukunya Tung Desem yang ada DJENDELO KAFE nya itu … Sayang buku ini masih segel, gak sempet baca … aduh jadi pengen …

    Salam,
    G

  2. mademelani

    wah aku belum sempet tuh ke djendelo…. kapan yah??
    aku baca buku ini karena pengen lebih kenal marguerite duras (stlh baca buku sblmnya – moderato cantabile).

  3. mademelani

    kobo, emg rada seret, bukan tipe yg lancar renyah gitu. apalagi sudut pandang dan waktu pindah2 “tanpa pemberitahuan”. tapi bagiku tetep bagus sih. intensitasnya terasa. untung tipis juga, kalo tebel dan rada seret mungkin juga gak selesai..:)

  4. -may-

    Ah, ya, saya nonton duluan film yang diangkat dari kisah ini, baru baca bukunya. Memang buku bagus ini🙂

    Emosi ceritanya mirip dengan The Painted Veil (W. Sommerset Maughan), menurut saya, tapi buku Maughan memang lebih mudah dibaca, lebih mengalir daripada Duras.

    BTW, salam kenal! Nyasar kesini gara2 apa gitu tadi🙂

  5. mademelani

    halo may, salam kenal juga…

    wah jarang nih nemu yg baca buku ini juga, apalagi yg bilang kalo buku ini bagus. rada susah emg bahasanya. harus pelan2.

    saya belum nonton filmnya. btw baru2 ini baru keluar terjemahan buku duras lainnya (judul saya lupa), tapi saya belum baca juga. keluaran jalasutra juga. May sendiri baca The Lover ini dalam bhs indo atau bhs aslinya, perancis? mungkin kalo baca dgn bhs aslinya terasa lebih mengalir ya?

  6. petyjeremy

    maaf buku ini, masih dijual dipasaran atau tidak, sya sgt membutuhkan buku ini utk tugak litterature sya, bgaimana sya bisa mendapatkannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s